Fakta Tentang Kelahiran Vagina Setelah Operasi Caesar

Dalam praktik ob-gyn, saya sering terkejut dengan apa yang dikatakan wanita tentang tubuh mereka. Di antara pasien usia subur, ada satu mitos yang sangat merajalela: bahwa jika seorang wanita pernah menjalani operasi caesar, semua bayinya pasti dilahirkan dengan cara yang sama. Banyak anggapan bahwa VBAC (persalinan pervaginam setelah persalinan sesar) tidak aman, karena risiko ruptur uterus di sepanjang garis bekas luka.
Namun dalam sebagian besar kasus, tidak ada yang lebih jauh dari kebenaran . Tubuh kita sembuh dengan baik dari pembedahan, dan rahim memberikan contoh yang paling mengesankan. Menjelang akhir kehamilan seorang wanita, segmen bawah rahim — tempat sayatan sesar biasanya dibuat — membentang seperti balon. Ini sangat setipis kertas sehingga ob-gyn harus berhati-hati agar tidak menggores kulit bayi dengan pisau bedahnya. Setelah melahirkan, rahim berkontraksi ke bentuk aslinya, dan hanya beberapa bulan kemudian, tidak ada bukti kelemahan pada dinding rahim.
Risiko komplikasi VBAC kurang dari 1 persen ( mirip dengan tingkat kegawatdaruratan obstetrik lainnya, seperti prolaps tali pusat). Dan lima tahun lalu, American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menganggap VBAC aman untuk kebanyakan wanita.
Namun, sebuah laporan baru pemerintah menemukan bahwa di antara wanita yang menjalani operasi caesar untuk kelahiran sebelumnya, 90 persen menjalani operasi caesar berulang, meskipun waktu pemulihan lebih lama dan risiko infeksi lebih tinggi.
Tingkat operasi caesar sangat bervariasi di seluruh negeri — dan variabel ibu dan janin saja tidak menjelaskan perbedaannya. Baik ACOG dan National Institutes of Health telah menyarankan bahwa bias kelembagaan terhadap VBAC mungkin berperan. Beberapa dokter dan rumah sakit tidak mau mencoba, karena berbagai kemungkinan alasan.
Salah satu keluhan paling umum yang saya dengar adalah VBAC mengharuskan penyedia utama berada di rumah sakit dan di luar kantornya , di mana dia bisa melihat pasien lain. Tapi sebenarnya, ada solusi untuk masalah ini. Sebagian besar rumah sakit memiliki dokter yang bertugas di unit persalinan dan melahirkan sepanjang waktu.
Di sinilah filosofi kelembagaan menjadi sangat penting: Jika Anda ingin mencoba VBAC, Anda perlu memastikan bahwa semua berbagai dokter yang pada akhirnya bisa merawat Anda — dari dokter kandungan Anda hingga dokter lain dalam kelompok panggilannya hingga personel rumah sakit dalam beberapa shift 12 jam — berkomitmen untuk mendukung Anda melalui proses persalinan.
Gugi Health: Improve your health, one day at a time!